Senin, 03 Februari 2014
Tumbuh Kembang Anak 3
Pada masa usia dini anak mengalami masa keemasan (the golden years) yang
merupakan masa dimana anak mulai peka/sensitif untuk menerima berbagai
rangsangan. Masa peka pada masing-masing anak berbeda, seiring dengan
laju pertumbuhan dan perkembangan anak secara individual.
Masa peka adalah
masa terjadinya kematangan fungsi fisik dan psikis yang siap merespon
stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Masa ini juga merupakan masa
peletak dasar untuk mengembangkan kemampuan kognitif, motorik, bahasa, sosio emosional, agama dan moral.
Tahapan Perkembangan Kognitif sesuai
dengan teori Piaget adalah: (1) Tahap sensorimotor, usia 0 – 2 tahun.
Pada masa ini kemampuan anak terbatas pada gerak-gerak refleks, bahas
awal, waktu sekarang dan ruang yang dekat saja; (2) Tahap
pra-operasional, usia 2 – 7 tahun. Masa ini kemampuan menerima
rangsangan yang terbatas. Anak mulai berkembang kemampuan bahasanya,
walaupun pemikirannya masih statis dan belum dapat berpikir abstrak,
persepsi waktu dan tempat masih terbatas; (3) Tahap konkret operasional,
7 – 11 tahun.
Pada tahap ini anak sudah mampu
menyelesaikan tugas-tugas menggabungkan, memisahkan, menyusun,
menderetkan, melipat dan membagi; (4) Tahap formal operasional, usia 11 –
15 tahun. Pada masa ini, anak sudah mampu berfikir tingkat tinggi,
mampu berfikir abstrak.
Perkembangan motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf dan otot terkoordinasi (Hurlock: 1998). Keterampilan motorik anak terdiri atas keterampilan motorik kasar dan keterampilan motorik halus. Keterampilan motorik anak usia 4-5 tahun lebih banyak berkembang pada motorik kasar, setelah usia 5 tahun baru.terjadi perkembangan motorik halus.
Pada usia 4 tahun anak-anak masih suka
jenis gerakan sederhana seperti berjingkrak-jingkrak, melompat, dan
berlari kesana kemari, hanya demi kegiatan itu sendiri tapi mereka sudah
berani mengambil resiko. Walaupun mereka sudah dapat memanjat tangga
dengan satu kaki pada setiap tiang anak tangga untuk beberapa lama, mereka baru saja mulai dapat turun dengan cara yang sama.
Pada usia 5 tahun, anak-anak bahkan
lebih berani mengambil resiko dibandingkan ketika mereka berusia 4
tahun. Mereka lebih percaya diri melakukan ketangkasan yang mengerikan
seperti memanjat suatu obyek, berlari kencang dan suka berlomba dengan
teman sebayanya bahkan orangtuanya (Santrock,1995: 225)
Hart & Risley (Morrow,
1993) mengatakan umur 2 tahun, anak-anak memproduksi rata-rata dari 338
ucapan yang dapat dimengerti dalam setiap jam, cakupan lebih luas
adalah antara rentangan 42 sampai 672. 2 tahun lebih tua anak-anak dapat
mengunakan kira-kira 134 kata-kata pada jam yang berbeda, dengan
rentangan 18 untuk 286.
Membaca dan menulis merupakan bagian
dari belajar bahasa. Untuk bisa membaca dan menulis, anak perlu mengenal
beberapa kata dan beranjak memahami kalimat. Dengan membaca anak juga
semakin banyak menambah kosakata. Anak dapat belajar bahasa melalaui
membaca buku cerita dengan nyaring. Hal ini dilakukan untuk mengajarkan
anak tentang bunyi bahasa.
Masa TK merupakan masa kanak-kanak awal. Pola perilaku sosial
yang terlihat pada masa kanak-kanak awal, seperti yang diungkap oleh
Hurlock (1998:252) yaitu: kerjasama, persaingan, kemurahan hati, hasrat
akan penerimaan sosial, simpati, empat, ketergantungan, sikap ramah, sikap tidak mementingkan diri sendiri, meniru, perilaku kelekatan.
Erik Erikson (1950) dalam Papalia dan
Old, 2008:370 seorang ahli psikoanalisis mengidentifikasi perkembangan
sosial anak: (1) Tahap 1: Basic Trust vs Mistrust (percaya vs curiga),
usia 0-2 tahun.Dalam tahap ini bila dalam merespon rangsangan, anak
mendapat pengalaman yang menyenamgkan akan tumbuh rasa percaya diri,
sebaliknya pengalaman yang kurang menyenangkan akan menimbulkan rasa
curiga; (2) Tahap 2 : Autonomy vs Shame & Doubt (mandiri vs ragu),
usia 2-3 tahun. Anak sudah mampu menguasai kegiatan meregang atau
melemaskan seluruh otot-otot tubuhnya.
Anak pada masa ini bila sudah merasa
mampu menguasai anggota tubuhnya dapat meimbulkan rasa otonomi,
sebaliknya bila lingkungan tidak memberi kepercayaan atau terlalu banyak
bertindak untuk anak akan menimbulkan rasa malu dan ragu-ragu; (3)
Tahap 3 : Initiative vs Guilt (berinisiatif vs bersalah), usia 4-5
tahun.
Pada masa ini anak dapat menunjukkan sikap mulai lepas dari ikatan orang tua, anak dapat bergerak bebas dan ber interaksi
dengan lingkungannya. Kondisi lepas dari orang tua menimbulkan rasa
untuk berinisiatif, sebaliknya dapat menimbulkan rasa bersalah; (4)
Tahap 4 : industry vs inferiority (percaya diri vs rasa rendah diri),
usia 6 tahun – pubertas.
Anak telah dapat melaksanakan
tugas-tugas perkembangan untuk menyiapkan diri memasuki masa dewasa.
Perlu memiliki suatu keterampilan tertentu. Bila anak mampu menguasai
suatu keterampilan tertentu dapat menimbulkan rasa berhasil, sebaliknya
bila tidak menguasai, menimbulkan rasa rendah diri.
Oleh : Nur Hayati
Kata kunci artikel :
Rujukan :
Arya, P.K. 2008. Rahasia Mengasah Talenta Anak. Jogjakarta: Think
Hurlock, Elizabeth B. 1998. Psikologi Perkembangan, terj. Istiwidiyanti dan Soedjarwo. Jakarta: Erlangga
Anonym. 2007. Prinsip dan Praktek Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Direktorat PAUD
Papalia, Diane E,
Etc. 2008. Human Development (Psikologi Perkembangan, terjemahan A. K.
Anwar). Jakarta: Kencana Prenada Media Grup
Santrock W John. 1995. Life Span Development, Jakarta: PT Erlangga, 1995.
Tumbuh Kembang Anak 2
Dalam artikel yang pertama http://rafibaharsyah.blogspot.com/2014/02/tumbuh-kembang-anak.html sudah dapat diketahui perkembagan bayi secara umum, untuk selanjutnya anak menuju masa balita yang perkembanganyapun memiliki perbedaan pada setiap pertumbuhannya.
Dalam masa balita biasanya anak sudah dapat meniru kegiatan sehari-hari yang biasa dilakukan orang-orang terdekat.
Seperti anak diusia 2 tahun anak sudah mengenal beberapa anggota tubuh, dan menunjuk anggota tubuh termasuk wajah. Menyikat gigi, mencuci tangan, membantu menyapu, dan berbagai kegiatan sederhana lainnya. Begitu pula dengan aktifitas yang mulai aktif pada motoriknya seperti mencoret-coret kertas, berlari, dan melempar bola.
Pada
usia 3 tahun, anak sudah dapat mengenali berbagai permainan yang disukainya, seperti bermain tangkap bola, menendang bola, keseimbangan tubuhnya mulai setabil hingga dapat berdiri dengan satu kaki, dan berjalan jinjit.
Begitu pula dengan eksplorasi diri yang mulai terliat dari pengucapan kata yang dapat dimengerti, mengenal warna, dan menggambar berbentuk suatu pola.
Tumbuh Kembang Anak
Tumbuh kembang pada anak tentunya menjadi momen yang paling dirasakan oleh orang tua, selangkah demi selangkah kemajuan anak akan merespon orang tua untuk memberikan perhatian lebih pada perkembangan anaknya, karena setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda menjadi sebuah pertanyaan bagi orang tua apakah perkembangan anaknya baik-baik saja.
Ada yang merasa terlalu lambat anaknya berkembang bahkan ada yang beranggapan anaknya terlalu cepat berkembang. Untuk lebih pastinya berikut adalah tahapan tumbuh kembang anak sesuai usianya :
Usia 1 bulan
- Di hari-hari pertama setelah kelahiran, bayi belum bisa membuka matanya. Namun setelah berjalan beberapa hari kemudian, ia akan bisa melihat pada jarak 20 cm.
- Bulan pertama ini bayi akan memulai adaptasinya dengan lingkungan baru
- Memiliki gerakan refleks alami.
- Memiliki kepekaan terhadap sentuhan.
- Secara refleks kepalanya akan bergerak ke bagian tubuh yang disentuh.
- Sedikit demi sedikit sudah bisa tersenyum.
- Komunikasi yang digunakan adalah menangis. Arti dari tangisan itu sendiri akan Anda ketahui setelah mengenal tangisannya, apakah ia lapar, haus, gerah, atau hal lainnya.
- Peka terhadap sentuhan jari yang disentuh ke tangannya hingga ia memegang jari tersebut.
- Tiada hari tanpa menghabiskan waktunya dengan tidur.
- Sudah bisa melihat dengan jelas dan bisa membedakan muka dengan suara.
- Bisa menggerakkan kepala ke kiri atau ke kanan, dan ke tengah.
- Bereaksi kaget atau terkejut saat mendengar suara keras.
- Sudah mulai bisa mengangkat kepala setinggi 45 derajat.
- Memberikan reaksi ocehan ataupun menyahut dengan ocehan.
- Tertawanya sudah mulai keras.
- Bisa membalas senyum di saat Anda mengajaknya bicara atau tersenyum.
- Mulai mengenal ibu dengan penglihatannya, penciuman, pendengaran, serta kontak.
- Bisa berbalik dari mulai telungkup ke terlentang.
- Sudah bisa mengangkat kepala setinggi 90 derajat.
- Sudah bisa menggenggam benda yang ada di jari jemarinya.
- Mulai memperluas jarak pandangannya.
- Dapat mempertahankan posisi kepala tetap tegak dan stabil.
- Mulai memainkan dan memegang tangannya sendiri.
- Matanya sudah bisa tertuju pada benda-benda kecil.
- Bisa meraih benda yang terdapat dalam jangkauannya.
- Saat tertawa terkadang memperlihatkan kegembiraan dengan suara tawa yang ceria.
- Sudah bisa bermain sendiri.
- Akan tersenyum saat melihat gambar atau saat sedang bermain.
- Sudah bisa duduk sendiri dengan sikap bersila.
- Mulai belajar merangkak.
- Bisa bermain tepuk tangan dan cilukba.
- Merangkak untuk mendekati seseorang atau mengambil mainannya.
- Bisa memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya.
- Sudah bisa mengeluarkan suara-suara seperti, mamama, bababa, dadada, tatata.
- Bisa memegang dan makan kue sendiri.
- Dapat mengambil benda-benda yang tidak terlalu besar.
- Sudah mulai belajar berdiri dengan kedua kaki yang juga ikut menyangga berat badannya.
- Mengambil benda-benda yang dipegang di kedua tangannya.
- Mulai bisa mencari mainan atau benda yang jatuh di sekitarnya.
- Senang melempar-lemparkan benda atau mainan.
- Mulai belajar mengangkat badannya pada posisi berdiri.
- Bisa menggenggam benda yang dipegang dengan erat.
- Dapat mengulurkan badan atau lengannya untuk meraih mainan.
- Setelah bisa mengangkat badannya, mulai belajar berdiri dan berpegangan dengan kursi atau meja selama 30 detik.
- Mulai senang memasukkan sesuatu ke dalam mulut.
- Bisa mengulang untuk menirukan bunyi yang didengar.
- Senang diajak bermain cilukba.
- Mulai berjalan dengan dituntun.
- Bisa menyebutkan 2-3 suku kata yang sama.
- Mengembangkan rasa ingin tahu, suka memegang apa saja.
- Mulai mengenal dan berkembang dengan lingkungan sekitarnya.
- Reaksi cepat terhadap suara berbisik.
- Sudah bisa mengenal anggota keluarga.
- Tidak cepat mengenal orang baru serta takut dengan orang yang tidak dikenal/asing.
Tuhan dan Imajinasi Manusia
Sedikit sulit darimana harus
memulai dan membayangkan suatu karya yang akan ku buat, tapi akan ku mulai
dengan sesuatu.
Sesuatu apakah yang paling kita
pikirkan, bayangkan bahkan melebihi keingin tahuan?...
Sesuatu apakah
itu yang tidak bisa digambarkan melebihi imajinasi?.. ada sekalangan orang yang beranggapan bahwa
cinta, nurani adalah bentuk dari imajinasi, benarkah itu? ya…..mungkin bisa
saja. Namun apakah benar apabila Tuhan adalah bentuk dari imajinasi juga?... itulah
yang sebenarnya dipikirkan. Jadi apakah Tuhan itu imajinasi juga?....
langsung saja
saya berikan contoh apabila melihat sebuah robot yang mirip sekali dengan
manusia dari segi bentuk, ekspresi bahkan perasaan, dari manakah asal ide robot
itu terbentuk?.. tentu saja berasal dari imajinasi manusia. Tapi apakah robot
canggih itu memiliki imajinasi seperti kita, sedangkan robot itupun tercipta
oleh imajinasi manusia?...,
jawabanya tidak!
Robot berfikir dengan program.
Lalu
siapakah yang menciptakan imajinasi pada manuasia?... yang sedemikian rumit, luas,
tak terbatas. Manusia tak akan mampu menciptakan hal ini, sudah jelas yang
menciptakan imajinasi itu adalah Tuhan, dengan imajinasi pula kita dapat
berinteraksi dengan Tuhan, merasa ada
yang memiliki, dan mengawasi.
Suatu contoh
Apabila ada
seseorang yang tidak mempercayai Tuhan lalu ia berada di tengah-tengah samudera
yang luas dengan sekoci kecil seorang diri saat malam yang penuh dengan badai
dan halilintar. Saat merasa takut petir menyambar siapakah yang akan dia
teriakan?.. ya Tuhan!, semua terbukti
dan tidak bisa dipungkiri di hati manusia yang terdalam walaupun dia
beranggapan tidak mempercayai sekalipun, dalam hati yang terdalam ia merasakan
adanya Tuhan.
Jadi dimanakah Tuhan sekarang?... dilangit, dibumi,
diluar angkasa, Tuhan ada dihati
manusia, Tuhan ada dimanapun, Tuhan ada di antara kita, selalu
mengawasi. Itu yang sebenarnya selalu kita rasakan hingga saat ini. Jujurlah…..
Dengan kerumitan
yang luar biasa dalam penataan bentuk dan jumlah, dan apabila kita berfikir
betapa rumitnya ia membuat bentuk bulu merak yang indah dan beraneka warna,
apakah itu terjadi dengan kebetulan? ... bagaimana dengan letak panca indra
kita? letak tatasurya? Letak jagat raya dan lain sebagainya?.... apakah semua
itu hanya kebetulan?.. tentu begitu mustahil apabila semua ini ada dengan
kebetulan. Semua sudah di atur, dan dengan berbagai ciptaanya yang luar biasa
itu terbentuk dengan mudah bagi Tuhan. Terbukti dengan seluruh ciptaan yang ada
di tata surya ini, itu maha karya Tuhan yang luar biasa. (Tuhan bukan
imajinasi).
Minggu, 14 November 2010
The legend of The Guardians
Soren, a young barn owl, is kidnapped by owls of St. Aggie's, ostensibly an orphanage, where owlets are brainwashed into becoming soldiers. He and his new friends escape to the island of Ga'Hoole, to assist its noble, wise owls who fight the army being created by the wicked rulers of St. Aggie's. The film is based on the first three books in the series. Written by Anonymous
Langganan:
Postingan (Atom)















